Sabtu, 28 Mei 2011

menentukan masa depan

dihari aku harus menentukan masa depanku
siapa yang harus ku ikuti
ada berapa opsi yang bisa kupilih
hati , orang tua , atau logika ?

jika kupilih hati
maka apa yang akan terjadi
apa masa depanku akan indah
aku bukan tuhan
yang akan selalu benar
hanya melakukan apa yang kusuka
tanpa memikirkan dampak masa depan

jika kupilih orang tua
apa mereka tahu
aku bahagia atau tidak
mereka juga bukan tuhan yang selalu benar

jika kupilih logika
apakah semuanya bisa di logika?
apakah semua hal bisa dipikir menggunakan akal

mungkin ada opsi lain
mungkin aku harus memilih jalan mana
yang tuhan pilih
tapi tuhan berpesan padaku
kalau aku tidak memutukan nasibku sendiri
tuhan tidak akan membantuku

lebih baik aku pilih yang mana
akhirnya aku tau jawaban
jawabanku adalah
mengikuti hidup yang mengalir
cih , jawaban aneh

Selasa, 24 Mei 2011

mencari kenangan

mengais di tempat sampah untuk mencari cerita yg sudah lama terbuang 

 membalik halaman buku untuk mencari cerita yang sudah lama terhapus 

mencari kunci untuk membuka cerita yang sudah ditutup 

bergerak mundur , mencari cerita yang sudah jauh tertinggal di belakang 

mencari korek , mencoba menyulut cerita yang sudah padam 

menngumpulkan puing-puing , mencoba membangun kembali cerita yang sudah runtuh 

mencari api , mencoba mencairkan cerita yg sudah lama membeku 

mencari sekop , mencoba menggali cerita yg sudah lama tertimbun 

mencari tali , mencoba menangkap cerita yg sudah lama lepas

mencari alat selam , mencoba mencari cerita yang sudah lama tenggelam

mencari keikhlasan , mencoba menyadari bahwa semua yg sudah berlalu tak bisa diulang lagi

Sabtu, 21 Mei 2011

jawaban dari pertanyaan anakku

jika ia bertanya
"apa yang ayah lakukan setelah pulang seolah?"
dengan bangga kujawab
"aku bermain laptop dengan teman dikelas"

"ayah pacarn waktu sma?"
dengan bangga kujawab
"tidak , aku hanya membicarakan orang pacaran"

"kok kelihatany masa sma ayah membosankan banget?"
dengan bangga kujawab
"aku tidak mau sama dengan orng lain , jika mereka nongkrong sepulang sekolah , maka ayah bermain laptop .ayah nggak mau hidup yang sekali ini seperti orang lain"

"lalu mengapa ayah menikah sama seperti orang lain?"
dengan bangga kujawab
"karena cinta ayah dengan ibumu berbeda dari yang lain"

"lalu mengapa ayah bekerja seperti orang lain?"
dengan bangga kujawab
"karena ayah hobi kerja bukan karen cari duit"

"mengapa ayah bernafas seperti orang lain?"
dengan bangga kujawab
"karena ayah ingin merasakan nikmatnya udara seblum tidak bisa merasakanya lagi"

"kenapa dari tadi jawaban ayah nggak bermutu?"
dengan bangga kujawab
"karena ayah adalah seorang pengecut yang tidak mau menerima kehidupan , tidak seperti orang lain"

Rabu, 11 Mei 2011

hanya aku dan tuhan

tak tahu apa yang kurasakan
akau selalu membohongi diriku sendiri
aku terlalu pengecut
untuk mengakui bahwa aku pengecut
yang tak pernah
memiliki pemikiran yang jelas
hanya bisa berkata
tanpa pernah bertindak
kalau ada orang bilang
aku galau atau ababil
itu terserah mereka
mereka tak tahu apa-apa
hanya aku dan tuhan yang tahu
tentang apa yang sebenarnya terjadi